Ceritakan Polisi Jumadi, Kritik berani Dono Warkop soal polisi 'berperut gendut', salut!

Gambar Istimewa Dono WARKOP
Salah satu personel Warkop DKI, Dono belakangan menjadi perbincangan hangat di jagat maya Twitter. Bahkan namanya sempat menempati trending topic pada Rabu, 8 Juli lalu.

Pemicunya adalah sebuah cuitan yang dibuat oleh akun @fahrisalam yang mengunggah sebuah foto karya tulis almarhum Dono yang dimuat di Majalah Forum pada tahun 1993 silam dengan tajuk Kisah Sertu Jumadi.

“Kenapa aku tahu terlambat sekali kalau Dono menulis sebagus ini. sampai berseloroh: mestinya bukan GM, tapi Dono yang harus kita rujuk sebagai penulis penuh gaya yang perlu kita teladani,” tulis akun tersebut.

“Dokumen artikel alm. Dono tersebut saya share ulang dari twit Pak @UmarAlChelsea75 (dan memang dia punya dokumennya),” lanjut Fahri.

Cerita Kisah Sertu Jumadi itu berisi kritikan halus terhadap institusi kepolisian di era orde baru yang mulai kehilangan wibawa di mata masyarakat.

Tulisan Dono. Foto: Twitter @fahrisalam
“Entah mengapa, akhir-akhir ini Pak Jumadi ikut arus ‘berperut gendut’. Baju jatah dari kantor menjadi ketat menempel di badan, sehingga jalannya pun tampak lebih susah dari biasanya. Barangkali, ia ingin memenuhi standar stereotip polisi zaman sekarang,” tulis Dono dalam majalah.

Dono yang memiliki nama asli Wahyu Sardono menyorot soal polisi yang punya kendaraan, yang sebenarnya tak mampu dibeli dengan hitungan gaji seorang polisi.

Ia juga mengomentari soal gagalnya polisi memberikan rasa aman bagi masyarakat dari tindak kejahatan. Dalam tulisannya, ia menggambarkan seorang polisi yang diam saja melihat seorang perempuan ditodong bandit.

“Saat polisi itu turun di sebuah halte, hampir seluruh penumpang berkomentar: ‘polisi kok takut!’; ‘polisinya pasti sekongkol dengan penjahat itu!’ ; ‘suruh masuk Bhayangkari saja! Jangan ikut Bhayangkara!’; dan ‘iya, ganti saja namanya menjadi Deborah atau Yayuk!’” tulis Dono di artikel tersebut.

Cuitan tersebut pun mendapat banyak likes dan komentar dari warganet.

Warkop DKI.
Foto: Instagram @videowarkopdki

“Alfatihah untuk almarhum Dono. Tahun 1993 orba sedang kuat-kuatnya, tapi Dono berani menulis kritik untuk polisi. Sekarang posting guyonan Gus Dur tentang polisi jujur saja kena tangkap. Apa itu artinya?” tulis @mana_buktinya.

“Tulisannya bisa kek ada suaranya Dono lagi ngomong. Ajaib~” cuit @benisatryo.

“Legend!” kata @obatnyamukbkr3

Alm. Dono bersama grup Warkop DKI memang dikenal sebagai komedian yang humornya sering menyerempet ke ranah politik dan isu-isu sosial. Selain sebagai komedian, ia juga merupakan mahasiswa jurusan Sosiologi Universitas Indonesia dan kemudian menjadi dosen di sana. (CTH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEKAT!! Suami Jual Istri Seharga Rp 50 Ribu ke Banyak Pria di Pasuruan, Adegan Ranjang Direkam untuk Promosi

Sedih : Nasib Kucing Peliharaan yang Tergiling dalam Mesin Cuci Selama 12 Menit

Aniaya Saksi Pembunuhan, Polda Sumatra Utara Akui Aniaya Saksi Hingga Babak Belur